|
|


 |
| |
| |
| |
|
 |
|
|
|
 |
|
Lambung |
PLambung merupakan organ otot berongga yang
besar dan berbentuk seperti kandang keledai,
terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus
dan antrum.
Makanan masuk ke dalam lambung dari
kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (
sfingter ), yang bisa membuka dan menutup.
Dalam keadaan normal, sfingter menghalangi
masuknya kembali isi lambung ke dalam
kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan,
yang berkontraksi secara ritmik untuk
mencampur makanan dengan enzim-enzim.
Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3
zat penting:
- lendir
- asam klorida
- prekursor pepsin ( enzim yang memecahkan
protein ).
Lendir melindungi sel-sel lambung dari
kerusakan oleh asam lambung dan enzim.
Setiap kelainan pada lapisan lendir ini (apakah
karena infeksi oleh bakteri helicobacter
pylori atau karena aspirin), bisa
menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada
terbentuknya tukak lambung.
Asam klorida menciptakan suasana yang sangat
asam, yang diperlukan oleh pepsin guna
memecah protein. Keasaman lambung yang
tinggi juga berperan sebagai penghalang
terhadap infeksi dengan cara membunuh
berbagai bakteri.
Pelepasan asam dirangsang oleh :
- saraf yang menuju ke lambung
- gastrin ( hormon yang dilepaskan oleh
lambung )
- histamin ( zat yang dilepaskan oleh
lambung ).
Pepsin bertanggungjawab atas pemecahan
sekitar 10% protein. Pepsin merupakan
satu-satunya enzim yang mencerna kolagen,
yang merupakan suatu protein dan kandungan
utama dari daging.
Hanya beberapa zat yang bisa diserap
langsung dari lambung ( misalnya alkohol dan
aspirin ) dan itupun hanya dalam jumlah yang
sangat kecil. |
|
|
 |
|
 |
|
Usus Halus |
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua
belas jari ( duodenum ), yang merupakan
bagian pertama dari usus halus. makanan
masuk ke dalam duodenum melalui sfingter
pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh
usus halus. jika penuh, duodenum akan
mengirimkan sinyal kepada lambung untuk
berhenti mengalirkan makanan.
duodenum menerima enzim pankreatik dari
pankreas dan empedu dari hati. cairan
tersebut ( yang masuk ke dalam duodenum
melalui lubang yang disebut sfingter oddi )
merupakan bagian yang penting dari proses
pencernaan dan penyerapan. gerakan
peristaltik juga membantu pencernaan dan
penyerapan dengan cara mengaduk dan
mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh
usus.
beberapa senti pertama dari lapisan duodenum
adalah licin, tetapi sisanya memiliki
lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (
vili ) dan tonjolan yang lebih kecil (
mikrovili ). vili dan mikrovili menyebabkan
bertambahnya permukaan dari lapisan
duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi
yang diserap.
sisa dari usus halus, yang terletak dibawah
duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
bagian ini terutama bertanggungjawab atas
penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya
yang luas karena terdiri dari
lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.
dinding usus kaya akan pembuluh darah yang
mengangkut zat-zat yang diserap ke hati
melalui vena porta. dinding usus melepaskan
lendir ( yang melumasi isi usus ) dan air (
yang membantu melarutkan pecahan-pecahan
makanan yang dicerna ). dinding usus juga
melepaskan sejumlah kecil enzim yang
mencerna protein, gula dan lemak.
kepadatan dari isi usus berubah secara
bertahap, seiring dengan perjalanannya
melalui usus halus. di dalam duodenum, air
dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk
melarutkan keasaman lambung. ketika melewati
usus halus bagian bawah, isi usus menjadi
lebih cair karena mengandung air, lendir dan
enzim-enzim pankreatik. |
|
|
 |
|
Pankreas |
Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri
dari 2 jaringan dasar :
- asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
- pulau pankreas, menghasilkan hormon.
pankreas melepaskan enzim pencernaan ke
dalam duodenum dan melepaskan hormon ke
dalam darah.
enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh
sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai
saluran ke dalam duktus pankreatikus. duktus
pankreatikus akan bergabung dengan saluran
empedu pada sfingter oddi, dimana keduanya
akan masuk ke dalam duodenum.
enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan
mencerna protein, karbohidrat dan lemak.
enzim proteolitik memecah protein ke dalam
bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan
dilepaskan dalam bentuk inaktif. enzim ini
hanya akan aktif jika telah mencapai saluran
pencernaan. pankreas juga melepaskan
sejumlah besar sodium bikarbonat, yang
berfungsi melindungi duodenum dengan cara
menetralkan asam lambung.
3 hormon yang dihasilkan oleh pankreas
adalah :
- insulin, yang berfungsi menurunkan kadar
gula dalam darah
- glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar
gula dalam darah
- somatostatin, yang berfungsi menghalangi
pelepasan kedua hormon
lainnya ( insulin dan glukagon ). |
|
|
 |
|
Hati |
Hati merupakan sebuah organ yang besar dan
memiliki berbagai fungsi, beberapa
diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam
dinding usus yang kaya akan pembuluh darah
yang kecil-kecil ( kapiler ). Kapiler ini
mengalirkan darah ke dalam vena yang
bergabung dengan vena yang lebih besar dan
pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai
vena porta. Vena porta terbagi menjadi
pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati,
dimana darah yang masuk diolah.
Darah diolah dalam 2 cara :
- bakteri dan partikel asing lainnya yang
diserap dari usus dibuang
- berbagai zat gizi yang diserap dari usus
selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan
oleh tubuh.
Hati melakukan proses tersebut dengan
kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya
dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke
dalam sirkulasi umum.
Hati menghasilkan sekitar separuh dari
seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya
berasal dari makanan. sekitar 80% kolesterol
yang dihasilkan di hati digunakan untuk
membuat empedu. hati juga menghasilkan
empedu, yang disimpan di dalam kandung
empedu.
Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan
melalui berbagai gambaran klinis yang
berbeda. Manifestasi dari penyakit hati yang
penting adalah :
# Jaundice ( sakit kuning )
# Kolestasis
# Pembesaran hati
# Hipertensi portal
# Asites
# Ensefalopati hepatikum
# Kegagalan hati. |
|
|
 |
|
Penyebab dan Gejala-Gejalanya |
Gambaran utama pada penyakit hati seperti
dibawah ini :-
1. Sakit kuning ( jaundice )
2. Pembesaran hati
3. Pengumpulan cairan di dalam perut (
asites )
4. Perdarahan saluran pencernaan yang
berasal dari varises
5. Hipertensi portal
6. Kulit :
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
7. Darah :
- Penurunan jumlah sel darah merah ( anemia )
- Penurunan jumlah sel darah putih ( leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit ( trombositopenis )
- Mudah mengalami perdarahan ( koagulopati )
8. Hormon-hormon :
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan ( pada wanita )
- Impotensia dan feminisasi ( pada pria )
9. Jantung dan pembuluh darah :
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah ( hipotensi )
10. Gejala umum :
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam. |
|
|
 |
|
Kandung Empedu Dan Saluran Empedu |
empedu mengalir dari hati melalui duktus
hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya
bergabung membentuk duktus hepatikus umum.
saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah
saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus
sistikus) untuk membentuk saluran empedu
umum. duktus pankreatikus bergabung dengan
saluran empedu umum dan masuk ke dalam
duodenum.
sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk
di dalam kandung empedu dan hanya sedikit
empedu yang mengalir dari hati. makanan di
dalam duodenum memicu serangkaian sinyal
hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung
empedu berkontraksi. sebagai akibatnya,
empedu mengalir ke dalam duodenum dan
bercampur dengan makanan.
empedu memiliki 2 fungsi penting:
- membantu pencernaan dan penyerapan lemak
- berperan dalam pembuangan limbah tertentu
dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal
dari penghancuran sel darah merah dan
kelebihan kolesterol.
secara spesifik empedu berperan dalam
berbagai proses berikut:
- garam empedu meningkatkan kelarutan
kolesterol, lemak dan vitamin yang larut
dalam lemak untuk membantu proses penyerapan
- garam empedu merangsang pelepasan air oleh
usus besar untuk membantu menggerakkan
isinya
- bilirubin (pigmen utama dari empedu)
dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari
sel darah merah yang dihancurkan
- obat dan limbah lainnya dibuang dalam
empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh
- berbagai protein yang berperan dalam
fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
garam empedu kembali diserap ke dalam usus
halus, disuling oleh hati dan dialirkan
kembali ke dalam empedu. sirkulasi ini
dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
seluruh garam empedu di dalam tubuh
mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari.
dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam
empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). di
dalam kolon, bakteri memecah garam empedu
menjadi berbagai unsur pokok. beberapa dari
unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya
dibuang bersama tinja. |
|
|
 |
|
Usus Besar |
Usus besar terdiri dari :
- kolon asendens (kanan)
- kolon transversum
- kolon desendens (kiri)
- kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum).
apendiks (usus buntu) merupakan suatu
tonjolan kecil berbentuk seperti tabung,
yang terletak di kolon asendens, pada
perbatasan kolon asendens dengan usus halus.
usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi
menyerap air dan elektrolit dari tinja.
ketika mencapai usus besar, isi usus
berbentuk cairan, tetapi ketika mencapai
rektum bentuknya menjadi padat.
banyaknya bakteri yang terdapat di dalam
usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan
dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
bakteri di dalam usus besar juga berfungsi
membuat zat-zat penting, seperti vitamin k.
bakteri ini penting untuk fungsi normal dari
usus. beberapa penyakit serta antibiotik
bisa menyebabkan gangguan pada
bakteri-bakteri di dalam usus besar.
akibatnya terjadi iritasi yang bisa
menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air,
dan terjadilah diare. |
|
|
 |
|
 |
|
Rektum Dan Anus |
Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal
dari ujung usus besar ( setelah kolon
sigmoid ) dan berakhir di anus. biasanya
rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon
desendens. jika kolon desendens penuh dan
tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul
keinginan untuk buang air besar. orang
dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan
keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang
lebih muda mengalami kekurangan dalam
pengendalian otot yang penting untuk menunda
buang air besar.
Anus merupakan lubang di ujung saluran
pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari
tubuh. sebagian anus terbentuk dari
permukaan tubuh ( kulit ) dan sebagian
lainnya dari usus. suatu cincin berotot (
sfingter ani ) menjaga agar anus tetap
tertutup. |
|
|
 |
| |
|